WARNING ! Warga Bengkulu Utara Diimbau Hati-Hati Beli Daging di Pasar

0
51

Laporan : Firdaus

foto ilustrasi

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Masyarakat Bengkulu Utara khususnya di Kecamatan Kota Argamakmur, diimbau untuk lebih teliti dan berhati-hati lagi ketika membeli daging di Pasar Purwodadi. Termasuk juga masyarakat di desa-desa lainnya di Bengkulu Utara, juga diimbau demikian ketika membeli daging di pasar/pekan kalangan.

Pasalnya, belakangan ini di Bengkulu Utara marak pencurian ternak (curnak). Dan tidak menutup kemungkinan daging dari ternak curian itu dijual bebas di pasar-pasar yang ada di Bengkulu Utara.

Kepolisian Resort Bengkulu Utara melalui Kasat Reskrim AKP Jufri menyatakan, pihaknya akan mengecek kondisi daging di pasaran khususnya di Pasar Purwodadi Argamakmur, mengingat pasar ini merupakan pusat pasar di Bengkulu Utara. Polres Bengkulu Utara juga akan menggandeng Disperindag Bengkulu Utara serta BPOM Provinsi Bengkulu dalam pengecekan daging di pasar-pasar.

Bisa jadi juga, kata Jufri, daging-daging di pasar itu ada kandungan racun. Soalnya, papar Jufri lagi, dari banyaknya kasus pencurian ternak yang terjadi di Bengkulu Utara sejak awal 2017, modus operandi para pelaku ada yang menggunakan cara meracun atau memutas ternak (sapi). Itu dibuktikan dengan ditemukannya racun jenis putas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami juga sedang mendalami kasus curnak ini dan juga terus mengawasi peredaran daging-dagingnya di pasaran, apakah mengandung racun atau tidak ?”, timpalnya.

Kasat Reskrim juga menegaskan kepada para pedagang daging untuk tidak membuka ruang terhadap pelaku untuk jual beli daging yang tidak jelas dari mana asalnya.

“Bagi pembeli, jangan tergiur harga murah. Pembeli harus lebih pintar mengenali ciri-ciri daging sehat dan tidak terkontaminasi zat apapun. Dan bagi pedagang daging nakal, kami tidak segan-segan menindak”, demikian Jufri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara Siti Qoriah Rosydiana merespon baik rencana kepolisian itu.

“Demi keselamatan masyarakat, tentu kami juga ikut turun ke lapangan”, singkat Siti.

Data terhimpun lainnya, sejak awal 2017, lebih kurang ada 5 kasus curnak yang terjadi di Bengkulu Utara. Dari perkara tersebut, sapi merupakan sasaran utama pelaku. Modusnya beragam. Ada yang menyembelih langsung di TKP, ada yang membawa kabur sapi dengan kendaraan serta ada juga yang meracun sapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here