FKDMI : Islam Harus Dipelajari Secara Kaffah

0
51

Laporan : Tata Riri

Diskusi dan Dialog yang diselenggarakan FKDMI di Aula Kakanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (2/2/2017). (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)
Diskusi dan Dialog yang diselenggarakan FKDMI di Aula Kakanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (2/2/2017). (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Mengantisipasi isu perpecahan yang berkembang di Indonesia, Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) Bengkulu menggelar Diskusi dan Dialog dengan tema ‘Menjalankan Syariah Islam yang Mengedepankan Toleransi Dalam Rangka Rahmatan Lil ‘Alamin’, di Aula Kakanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (2/2/2017).

Ketua FKDMI Bengkulu, Junni Muslimin mengatakan, merebaknya ujaran kebencian di media sosial (medsos) membuat umat Islam terancam dengan isu perpecahan. Sehingga perlu adanya forum untuk berpendapat dan pemberian pemahaman terhadap masyarakat Bengkulu, khususnya para da’i dan generasi muda. Masyarakat Bengkulu diharapkan dalam mempelajari Islam secara kaffah.

“Di media sosial banyak sekali ujaran kebencian, bahkan ulama seperti Quraisy Shihab yang telah mengeluarkan Tafsir Al-Misbah masih dihujat oleh sekelompok orang. Oleh karena itu, kami mengadakan diskusi untuk memberikan pemahaman lebih terhadap ajaran Islam”, ujar Junni.

Junni mengingatkan kepada masyarakat Bengkulu agar tidak menanggapi dan bersikap cerdas ketika mendapatkan informasi dari media sosial atau broadcast di BBM (Black Berry Massanger) maupun WA (What’s App).

“Masyarakat Bengkulu diharapkan bersikap bijak ketika mendapatkan informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang diterima hendaknya cukup untuk diri sendiri jangan disebarluaskan”, jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua MUI Bengkulu, Prof. Dr. Rohimin, M.Ag. Dikatakannya, agama harus dipahami secara total dari aspek ajaran, akidah, fiqih dan tasawuf. Oleh karena itu, peran da’i muda sangat diperlukan untum memberikan pemahaman kepada masyarakat agar Islam dapat dipahami secara total. Harapannya, pemerintah dapat memberikan ruang bagi da’i muda dalam pemberian pemahaman agama Islam kepada masyarakat.

“Agama penting untuk dipelajari secara total dan bukan secara parsial dan diharapkan kepada pemerintah dapat memfasilitasi da’i muda untuk dapat memberikan pemahaman secafa total kepada masyarakat,” pungkasnya.

Diskusi dan dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Rohimin (MUI Bengkulu), Ustadz Ali Sadikin (Ketua Persatuan Tarekat Bengkulu), dan Ustadz Ahmad Suprihatin (HTI Bengkulu) serta dihadiri da’i-da’i muda Bengkulu dan mahasiswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here