Perempuan Muda Cantik Ini Berkomitmen Jaga, Lestarikan Hutan. Siapa Saja Mereka?

0
50

Laporan : Aji Asmuni

Inilah Komunitas Perempuan Penyelamat Situs Warisan Dunia yang telah dikukuhkan dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian hutan hujan tropis di Provinsi Bengkulu. (Foto : Dedek Hendry)

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Tujuh dari sebelas anggota Komunitas Perempuan Penyelamat Situs Warisan Dunia berkomitmen di Kantor Bidang 3 Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Bengkulu – Sumatera Selatan di Curup, Rejang Lebong, Senin (30/1/17) siang. Komitmen itu dinyatakan dalam seremoni pengukuhan yang dilakukan di Aula Kantor Bidang 3 Balai Besar TNKS) wilayah Bengkulu-Sumatera Selatan.

Adapun komitmen tersebut adalah, pertama, Berpartisipasi Menjaga dan Melestarikan TNKS yang merupakan bagian dari Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai perwujudan Hak Asasi Manusia (HAM). Kedua, menyadari bahwa keberadaan TNKS sangat penting untuk Keadilan Antar Spesies, Gender dan Antar Generasi. Ketiga, dengan Kesadaran Penuh bahwa TNKS memiliki Arti Penting Bagi Kehidupan, Penghidupan dan Pengetahuan.

Para perempuan muda dan tangguh yang tergabung dalam Lembaga Kajian Advokasi dan Edukasi (LivE) Bengkulu dan TNKS itu mahasiswi dari perguruan tinggi di Bengkulu. Namun ada juga sebagai karyawati perusahaan BUMN. Mereka adalah, Ade Purnama Dewi (STIPER Rejang Lebong), Intan Yones Astika (STIPER Rejang Lebong), Novi Kontesa (STIPER Rejang Lebong), Dwi Utari Fransiska (STAIN Curup).

Lalu ada Tantri Maya Sari (Poltek Raflesia), Ayu Shine (Poltek Raflesia), Oktaviana Hendri Y (Poltek Raflesia), Meysena Putri Mulya (STIPER Rejang Lebong), Heni Yusmita (Karyawan PLN Curup), Eva Juniar Andika (Universitas Bengkulu) dan Wulan Kusumaning T (Universitas Bengkulu).

Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Kantor Bidang 3 Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Bengkulu – Sumatera Selatan di Curup, Rejang Lebong, Ismanto. Kepada awak pers Ismanto menuturkan, komunitas ini diharapkan dapat membantu lembaganya dalam menjaga dan melestarikan hutan khususnya TNKS di Provinsi Bengkulu.

“Semoga adik-adik  tetap konsisten melaksanakan komitmen yang telah dinyatakan. Termasuk juga semoga Kantor Balai Besar TNKS bisa terus membimbing dan membina komunitas ini dalam menjalankan amanah dan tupoksinya”, harap Ismanto.

Sementara  itu, Ketua LivE Bengkulu Dedek Hendry didampingi Koordinator Perempuan, Oktari Sulastri mengatakan, para perempuan muda sebagai Penjaga Warisan Dunia itu nantinya diminta memberikan pelajaran dan pengetahuan kepada warga di desa-desa, khususnya desa yang berada di sekitar kawasan TNKS untuk menjaga hutan dan habitatnya.

“Banyak hal yang diperoleh dari hutan TNKS. Maksudnya, begitu banyak manfaat hutan yang diberikan kepada manusia (warga) sekitar TNKS dengan tidak merusak hutan. Karena sejatinya keberadaan hutan memang untuk kebaikan manusia,” kata Dedek.

Mereka juga akan diajarkan fokus mengampayekan masalah penyelamatan lingkungan dengan memberikan pelajaran pada masyarakat melalui tulisan seperti artikel, informasi melalui internet, jejaring sosial dan sebagainya yang berkaitan dengan perempuan.

Komunitas ini selain mengedukasi masyarakat juga bisa menjadi mediasi masyarakat dengan pemerintah terkait kebijakan lingkungan hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here