Apa Kabar Hasil Evaluasi APBD Kepahiang Tahun 2017 di Pemprov Bengkulu ?

0
55

Laporan : Hendra Afriyanto

Wakil Ketua I DPRD Kepahiang Andrian Defandra. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra mengatakan, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid disarankan segera menyusul hasil evaluasi APBD Kabupaten Kepahiang Tahun 2017 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Pasalnya, sejak disahkannya APBD Kepahiang pada 15 Desember 2106 lalu, belum menerima hasil evaluasi dari Pemprov Bengkulu.

Mengingat, tahun anggaran 2017 sudah berjalan dan proses lelang kontruksi, pengadaan barang dan jasa segera dilakukan. DPRD Kepahiang juga menginginkan supaya tidak ada keterlambatan realisasi anggaran seperti tahun sebelumnya, sehingga hal itu kerap berdampak bagi keuangan daerah terutama Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Harapan kami supaya disusulkan hasil evaluasi (APBD Kepahiang) tersebut ke Pemprov Bengkulu,” ujar Andrian.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, jika tidak ada catatan-catatan penting dari evaluasi Pemprov Bengkulu terkait penggunaan anggaran pada tahun berjalan, sebaiknya hasil evaluasi itu segera diberitahu ke Pemkab Kepahiang.

“Tapi kami tetap menghormati Pemprov Bengkulu karena telah mengevaluasi APBD Kepahiang. Kami cuma berharap agar SKPD di lingkungan Pemkab Kepahiang bersabar atas hal ini. Berharap juga semoga awal Februari sudah selesai hasil evaluasi itu,” demikian Andrian.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 16 Tahun 2007 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran APBD dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah Tentang Penjabaran APBD. Pada Pasal 3  dijelaskan, hasil evaluasi dituangkan dalam keputusan Menteri Dalam Negeri dan disampaikan kepada gubernur paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya rancangan dimaksud.

Di sisi lain, lanjut Andrian, meski APBD Kepahiang masih dievaluasi, pihaknya berharap agar Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Kepahiang tetap melaksanakan proses lelang. Mengingat tahun sebelumnya, pernah terjadi keterlambatan realisasi dari proses lelang yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

“Kami tidak ingin kejadian di 2016 terulang. Waktu itu, lelang sudah dimulai di Desember 2015, tapi nyatanya realisasinya tetap di  2016,” demikian papar Andrian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here