Perusahaan Tambang di Bengkulu Utara Wajib Keluarkan CSR

0
56

Laporan : Firdaus

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu telah menerbitkan surat berakhirnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral dan batubara. Hal ini seiring juga dengan telah habisnya pemberlakuan izin yang dimiliki perusahaan tambang tersebut.

Adapun perusahaan yang mengeksplorasi batubara di Bengkulu Utara yakni, PT Ratu Samban Mining (RSM) yang memiliki dua lokasi izin, PT Injatama, PT Sato Mining, PT Skord Mining, PT Dongin Indonesia dan PT Krinda Darma. Dan para perusahaan ini berkewajiban memenuhi program CSR (Corporate Social Responsibility) sesuai dengan aturan yang berlaku, meski perizinan tambang sudah diambil alih Pemprov Bengkulu.

Dedy Syafroni, Anggota DPRD Bengkulu Utara menerangkan, perlu diperhatikan dampak positif dan negatif dari aktivitas perusahaan tersebut.

“CSR perusahaan itu wajib dilaksanakan. Kita bisa melihat sebab akibat aktivitas perusahaan itu berdampak atau tidak pada masyarakat Bengkulu Utara. Terlebih bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar perusahaan”, ujar Dedy.

Lalu ujar Dedy, ia berjanji akan bersama-sama dengan rekannya di DPRD Bengkulu Utara khususnya di Komisi III untuk menentukan langkah apa yang diambil meski perusahaan-perusahaan itu baru sebatas eksplorasi.

“Fokus Ranperda CSR akan dilaksanakan tahun ini. Makanya ini dianggap perlu untuk dibahas bersama di Komisi III DPRD Bengkulu Utara”, tutup Dedy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here