Jembatan Desa Tanjung Alam Batal Dianggarkan di APBD Kepahiang 2017

0
64

Laporan : Hendra Afriyanto

Wakil Ketua I DPRD Kepahiang Andrian Defandra. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Pembangunan Jembatan Air Lanang Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu yang sebelumnya disebut-sebut akan dianggarkan di APBD Kepahiang Tahun Anggaran 2017 senilai  Rp 4.5 miliar, batal. Justru anggaran jembatan itu masuk di APBD Provinsi Bengkulu senilai Rp 6 miliar. Ini dibenarkan Wakil Ketua I DPRD Kepahiang Andrian Defandra.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id Andrian memaparkan, alasan tidak jadinya anggaran jembatan yang merupakan akses masuk ke desa tersebut di APBD Kepahiang karena anggaran perbaikan jembatan itu sudah masuk di APBD Provinsi Bengkulu.

“Saat ini anggaran Kepahiang sedang dievaluasi Gubernur Bengkulu. Ternyata Jembatan Air Lanang sudah dianggarkan di APBD Provinsi. Jadi, tidak mungkin dianggarkan dobel. Sedangkan anggaran jembatan itu yang tadinya sudah dianggarkan di APBD Kepahiang, dialihkan untuk kegiatan lain,” ujar Andrian.

Namun, sejak disahkannya APBD Kepahiang pada 15 Desember 2016 lalu, anggran Rp 4,5 miliar untuk jembatan di Desa Tanjung Alam itu belum diketahui dialihkan pada kegiatan apa?

“Kami belum tau kemana akan dialihkan (anggaran Rp 4,5 miliar). Kami juga masih menunggu penyempurnaan evaluasi APBD Kepahiang dari gubernur”, tambah Andrian.

Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra menyerahkan bantuan uang tunai kepada Desa Tanjung Alam. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Sebelumnya, Andrian pernah mengungkapkan pada kehadirannya di kegiatan gotong-royong perbaikan Jembatan Air Lanang Desa Tanjung Alam tersebut. Dalam sambutannya dihadapan warga, selaku wakil rakyat, Andrian berjanji bahwa pada 2017 jembatan itu akan dipugar lagi dan dibangun secara permanen.

“Kita sama-sama saksikan di 2017 kelak, jika tidak ada halangan umur, Jembatan Air Lanang Desa Tanjung Alam ini akan dibangun,” kata Aan.

Tertundanya perbaikan jembatan tersebut, sambung Aan, bukan karena dicoret dari anggaran Perubahan APBD (P-APBD) 2016, melainkan adanya defisit anggaran sebesar Rp 59 Miliar. Sehingga anggaran untuk pembangunan jembatan ditunda dan akan dianggarkan di APBD 2017.

“Anggaran Jembatan Air Lanang Desa Tanjung Alam ini bukan dicoret, namun ditunda. Andai saja perbaikan itu berupa jalan, mungkin bisa dianggarkan dan bisa saja dipangkas sedikit dananya dan dikurangi volumenya. Tapi kalau untuk jembatan tidak bisa dan harus utuh. Tapi, anggaran jembatan ini sudah dipastikan tahun 2017 akan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar”, demikian Aan dalam sambutannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here