2.847 Sertifikat Prona di Bengkulu Utara Belum Dibagikan

0
59

Laporan : Firdaus

ilustrasi (Foto : net)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkulu Utara (BU), Adam Hawadi menjelaskan, jumlah Sertifikat Prona yang sudah selesai dicetak mencapai 2.847 Sertifikat Prona dari target 4.300 sertifikat. Sedang yang diberikan tahun ini, 3.000 Sertifikat Prona untuk masyarakat melalui kepala desa, dan selebihnya 1.300 sertifikat melalui lintas sektoral.

Adam memaparkan lagi, realisasi penerbitan dari 2.847 Sertifikat Prona itu meliputi, 2.395 Sertifikat Prona melalui kepala desa dan lurah. Kemudian dari sektor pertanian 31 sertifikat, perkebunan 50 sertifikat, UKM 50 sertifikat dan nelayan 40 sertifikat.

“Belum lama ini kami sudah menghadiri pemberian sertifikat secara simbolis oleh Menteri di Provinsi Bengkulu. Nah, dalam waktu dekat juga akan dibagikan sertifikatnya”, jelasnya.

Kendala belum diterbitkannya sertifikat, lanjutnya, karena pengukuran. Namun kini proses pengukuran secara umum sudah lebih dari 90 persen. Disinggung soal pemerataan Sertifikat Prona, Adam mengaku dalam memberikan Prona kepada masyarakat selain melalui pengusulan desa-desa, BPN juga menginventarisir untuk pemerataan. Sehingga seluruh desa bisa mendapatkan bagiannya. Namun bagi desa yang tidak mengusulkan tentu tidak bisa diproses.

“Sertifikat Prona ditentukan berdasarkan usulan desa/kelurahan lalu disinkronkan dengan berapa target yang didapat dari pusat. Kalau desa tidak mengusulkan bagaimana kami mengajukannya ke pusat?” sambungnya.

Persoalan pemerataan, Adam memaparkan perumpamaannya, jika desa A tahun lalu sudah mendapatkan Sertifikat Prona sedangkan desa B belum dapat, maka desa yang diutamakan adalah desa B dulu.

Sementara terkait Sertifikat Prona pertanian yang sebelumnya tidak disanggupi dan dialihkan ke program lain yakni Unit Koperasi Menengah (UKM) setelah disampaikan ke pihak pusat, justru tidak diperkenankan. Dan hal itu harus disanggupi oleh pihak pertanian.

“Kini target tidak bisa dialihkan ke kegiatan lain. Di samping itu diprioritaskan bagi masyarakat yang ekonomi lemah termasuk Sertifikat Prona dari jalur pengusulan kades,” tutup Adam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here