Diskusi Di ‘Desa Republik’, Wabup Kepahiang Ajak Warga Manfaatkan Peluang

0
60

Laporan : Hendra Afriyanto

Wabup Kepahiang, Netty Herawati dalam pemarannya tentang peluang dari Bank Indonesia. (Foto Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Kamis (12/1/17) siang, Wakil Bupati Kepahiang Netty Herawati berdiskusi bersama warga Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas. Menariknya dalam diskusi yang digelar di ‘Desa Republik’ itu, Netty menyampaikan, Bank Indonesia (BI) menawarkan peluang bagi masyarakat desa yang berkarya.

Mengingat di Desa Tanjung Alam dan desa sekitarnya yakni Desa Air Hitam dan Suro Bali, dulunya juga dikenal dengan Desa Pengrajin Eceng Gondok. Yang mana banyak produk-produk kerajinan tangan berupa perabot rumah tangga, souvenir dan lainnya dibuat dari Eceng Gondok.

Untuk itu, tawaran yang dimaksud wakil bupati adalah, jika warga desa terus mengembangkan potensi industri kerajinan Eceng Gondok tersebut, maka Bank Indonesia siap membantu dalam hal pemasaran dan juga permodalan. Sebagaimana diketahui, bahwa yang menjadi kendala bagi warga setempat selama ini sehingga industri kerajinan Eceng Gondok itu tidak berkembang lantaran kurangnya modal dan sulitnya pemasaran.

“Saya belum lama ini berbicang dengan orang BI. Mereka bersedia membantu pemasaran terkait hasil industri UKM atau pengrajin yang ada di Kepahiang. Jadi, saya rasa ini peluang dan solusi bagus bagi pengrajin Enceng Gondok. Makanya, bersama-sama kita manfaatkan peluang ini demi pembangunan dan kesejahteraan kita”, ujar Netty dalam diskusi yang digelar di rumah Kades Tanjung Alam, Ferry Marzoni.

Warga desa yang hadir. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Sebagaimana diketahui, Desa Tanjung Alam, Air Hitam, Desa Suro Bali disebut-sebut sebagai daerah pengrajin Eceng Gondok karena memang bahan baku Eceng Gondok sangat berlimpah. Hanya saja, desa-desa itu terkendala pada Sumber Daya Manusia (SDM). Pun demikian, dulunya pengrajin Eceng Gondok dari daerah itu pernah membawa prestasi bagus pada Pameran Kerajinan Tangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kepahiang Aidil Fitri Syafiudin yang juga hadir dalam diskusi memaparkan, peluang dibuka selebar-lebarnya untuk membina seluruh UKM di Kepahiang. Untuk itu, para UKM dipersilakan mengajukan proposal guna menunjang kemajuan dan pengembangan UKM. Namun juga harus disertai bukti keahlian yang memang dimiliki di masing-masing UKM.

“Peluang itu dimulai dari pengajuan proposal, pelatihan serta akan dibantu dengan pengadaan peralatan dan perlengkapan”, kata Aidil Fitri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here