Tentang Tim Saber Pungli di Bengkulu Utara Yang Katanya Sudah Dibentuk, Memblunder

0
63

Laporan : Firdaus

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Bengkulu Utara (BU) agaknya sedikit blunder. Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab Bengkulu Utara, Andi Daniel sebelumnya mengaku tengah memeroses Surat Keputusan (SK) Bupati Tim Saber Pungli. Di sisi lain, pihak Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara selaku Pemrakarsa Tim Saber Pungli mengaku belum pernah mengajukan permohonan dengan Nota Dinas untuk koreksi SK Bupati tersebut.

Namun SK Bupati Bengkulu Utara dengan Nomor 826 Tahun 2016 terkait Tim Saber Pungli yang tanggal terbitnya tercantum pada 31 Desember 2016 telah diterima Kepolisian Resort Bengkulu Utara. Sedangkan SK tersebut disinyalir belum dikoreksi Bagian Hukum Setdakab Bengkulu Utara terlebih dahulu.

Ketika dikonfirmasi terkait SK itu, Kabag Hukum Setdakab Bengkulu Utara, Andi Daniel mengaku terkejut atas beredarnya SK Bupati Tim Saber Pungli itu. Terlebih jika SK itu sudah diterima pihak kepolisian. Karena Andi Daniel mengaku, SK tersebut belum pernah diterima nota dinas pengajuan untuk dikoreksi.

Sedangkan jika mengikuti mekanisme dan prosedur yang benar, sebelum SK Bupati diterbitkan, Bagian Hukum harus mengetahuinya. Atas perihal ini, Andi Daniel pun menegaskan, bahwa SK Pembentukan Tim Saber Pungli tersebut tidak mengetahuinya.

“Setahu saya rapat untuk membahas Tim Saber Pungli ini baru dilakukan kemarin. Saya tidak tahu kalau SK itu sudah disebarkan. Kok bisa ada SK yang keluar tanpa melalui koreksi Bagian Hukum? Jelas itu sudah menyalahi prosedur,” tegas Andi.

Kembali Andi menjelaskan, biasanya ia mengkoreksi SK sebelum diterbitkan dan atas dasar perintah langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Utara. Setelah dikoreksi baru dinaikan ke Bupati untuk ditandatangani.

Menanggapi tersebarnya SK tanpa sepengetahuannya itu, ia pun mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya mengomentari, bahwa SK itu keluar bukan melalui pihaknya, melainkan adanya pengajuan langsung ke bupati yang juga langsung ditandatangani bupati.

“Apabila di kemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan, saya selaku Kabag Hukum tidak bertanggungjawab atas terbitnya SK Bupati tersebut. Baru kemarin kami diajak sumbang saran rapat internal membahas pembentukan Tim Saber Pungli ini, dengan Asisten I. Tapi kok SK nya sudah keluar itu bagaimana ceritanya?, timpalnya lagi.

Dari draft SK yang disusun Inspektorat selaku leading sector, jumlah anggota Tim Saber Pungli sebanyak 29 orang. Terdiri dari kepolisian, kejaksaan, Kodim 0423/BU dan pemerintah daerah.

Terpisah, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andhika Vishnu melalui Kabag Ops, Kompol Restu Wijayanto selaku pihak yang mendapatkan salinan SK Bupati Tim Saber Pungli itu mengaku tidak mengetahui mengenai pembentukan tim ini. Ia menegaskan, bahwa pihaknya hanya mendapat kabar bahwa SK Tim Saber Pungli sudah terbit sejak 31 Desember 2016 lalu.

“Soal kebenaran SK ini kami tidak tahu menahu. Yang jelas kami hanya mendapatkan informasi ini dan masih menunggu informasi selanjutnya,” tegas Restu.

Terkait kesiapan ia sebagai Ketua Pelaksana Saber Pungli di Bengkulu Utara, Restu masih enggan berkomentar. Ia hanya menjelaskan bahwa ia bekerja berdasarkan apa yang telah menjadi instruksi dan tidak akan melangkahi instruksi yang sudah dikeluarkan atasannya.

“Setahu saya, posisi Kabag Ops sebagai Sekretaris Saber Pungli. Soal yang lainnya saya tidak mau berkomentar,” demikian Restu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here