‘TPA Sampah Baru’ Di Desa Cugung Lalang Belum Ditanggapi Pihak Berwenang

0
54

Laporan : Rahmadi 

Tumpukan sampah di Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas yang belum ditindaklanjuti pihak-pihak terkait. (Foto : Rahmadi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Sampah yang menumpuk di Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, belum juga ditindaklanjuti pihak-pihak terkait. Malahan volume sampah itu terlihat bertambah. Itu bisa dilihat dari tumpukan sampah yang kian meninggi, melebar dan memanjang. Diperkirakan panjang tumpukan sampah itu 30 meter dan lebar 4 meter serta tinggi sekitar 1,5 – 2 meter.

Mulyadi, selaku Kepala Desa Cugung Lalang mengungkapkan, ia sudah mengimbau warga desanya supaya tidak membuang sampah di lokasi sekitar jembatan atau persisnya di sisi jalan yang baru saja ditinggikan oleh PLTA Unit Ujan Mas sekitar pertengahan tahun 2016 lalu itu. Bahkan ia sudah pernah membuat papan larangan membuang sampah di lokasi itu, namun tetap tidak digubris.

“Saya sudah imbau warga desa saya jangan buang sampah di sana. Malah, kami juga sudah pasang plang peringatan tapi masih saja ada orang-orang yang tak bertanggungjawab buang sampah di sana” kata Mulyadi kepada RedAksiBengkulu.co.id.

 

 Berita Terkait : Hmmm…. Di Kecamatan Ujan Mas Ada ‘TPA Sampah Baru’ ?

 

Persoalan lokasi sampah itu Mulyadi mengaku kebingungan. Mengingat status lahan tersebut sebenarnya merupakan lahan milik PLTA Musi Ujan Mas (PT. PLN (Persero) Sektor Pengendali, Pembangkit (Dalkit) Bengkulu. Hanya saja, untuk status wilayah desa, memang benar masuk wilayah Desa Cugung Lalang. Seharusnya, sambung Mulyadi, PLTA lah yang berwenang terhadap lokasi sampah itu.

 

Berita Terkait : Ini Tanggapan Manajer Soal Sampah Yang Menumpuk di Area PLTA Musi Ujan Mas

 

Dulu, sambung Mulyadi, ia pernah mengajukan permohonan kepada PLTA agar diberi izin untuk pemanfaatan lahan itu untuk kegiatan masyarakat. Seperti, pembuatan lapangan voli, sepak bola atau lainnya. Sehingga lahan itu lebih bermanfaat dari pada terbengkalai dan jadi tumpukan sampah seperti sekarang ini. Tapi perihal itu belum juga ada respons.

“Atau malah kepalang saja jadikan lokasi kantong pembuangan sampah sementara. Tapi dengan catatan sudah disetujui pihak PLTA dan pemerintah daerah. Ditambah lagi harus didukung armada pengangkut sampah dari instansi terkait,” timpal Mulyadi.

Di Desa Bumi Sari dan Desa Meranti Jaya, lanjutnya lagi, pernah  ada bak sampah permanen yang disediakan pemerintah, tapi sekarang sudah hancur. Bisa jadi, karena tidak ada fasilitas pembuangan sampah, makanya warga sekarang kewalahan kemana mereka membuang sampah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here