Sejak Operasi di Kepahiang, 2 Unit Indomaret Belum Indahkan Ketentuan Pemkab Kepahiang

0
72

Laporan : Hendra Afriyanto

Dokumen Surat Pemberitahuan dari KP2T Kepahiang kepada Indomaret. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Jika 2 unit Indomaret yang berada di Desa Bumi Sari Kecamatan Ujan Mas dan di Desa Dusun Kepahiang Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang diketahui belum berizin pendiriannya, di sisi lain 2 unit Indomaret yang sudah berdiri dan beroperasi juga menjadi sorotan.

Indomaret yang sudah beroperasi di Desa Tebat Monok dan Desa Pasar Ujung Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu ini ternyata belum merealisasikan apa yang sudah disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang.

Sehingga atas persoalan tersebut, kata Arpan Efendi, Kepala Bidang Perizinan, Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu & Tenaga Kerja (Naker) Kepahiang, pada 27 Juli 2016, pihaknya telah melayangkan Surat Pemberitahuan supaya kedua Indomaret tersebut melaksanakan ketentuan–ketentuan yang sudah disepakati.

“Sudah dikasih surat pemberitahuan tapi belum digubris. Malah kini menambah 2 unit Indomaret lagi di Desa Bumi Sari dan Dusun Kepahiang. Ini kan makin rumit permasalahannya”, ujar Arpan Efendi.

Dalam Surat Pemberitahuan bernomor 503/525/KP2T/2016 tanggal 27 Juli 2016 itu, sambung Arpan, ada 3 poin yang ditegaskan. Berdasarkan Surat Bupati Nomor 501/243/KP2T/2016 perihal Perubahan Izin Prinsip tanggal 17 April 2016 disebutkan, pertama, PT. Indomarco Prismatama menjalin kerjasama pemasaran produk lokal baik industri rumahan dan lainnya. Kedua, memperkerjakan tenaga lokal dalam menjalankan kegiatannya. Dan ketiga, menyediakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pelatihan ekonomi mikro/kecil dan menengah dan bantuan lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Koperasi dan UKM Kepahiang H. Husni Thamrin menimpali, sejak beroperasi Indomaret di Kepahiang, selama itu pula belum ada realisasi dari Indomaret terkait kesepakatan menjual produk lokal dari industri rumah tangga (IRT) yang ada di Kepahiang.

“Kami lihat-lihat di outlet Indomaret itu, tidak ada produk lokal kita (Kepahiang). Itu artinya, Indomaret belum mengindahkan apa yang ditentukan dari Pemerintah Daerah Kepahiang,” timpal Husni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here