Menanti Keputusan Pembentukan Pansus Aset dari 5 Fraksi DPRD Kepahiang

0
59

Laporan : Hendra Afriyanto

Penyerahan berkas oleh fraksi kepada pimpinan DPRD Kepahiang. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Mengawali 2017, DPRD Kepahiang menggelar paripurna dengan agenda penyampaian usulan kerja pada masa sidang yakni Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) tentang Aset. Yang mana usulan untuk Pansus Aset ini sebelumnya diusulkan 10 inisiator yang terdiri dari 5 fraksi yang ada di DPRD Kepahiang.

Edwar Samsi, salah seorang inisiator mengungkapkan, ia berharap Pansus Aset ini disetujui oleh fraksi-fraksi di DPRD Kepahiang. Dan kalau pun tidak disetujui, setidaknya sejumlah Anggota DPRD Kepahiang masih memiliki Hak interplasi dan Hak Angket.

“Sudah disampaikan kepada masing-masing fraksi. Harapan kami (Pansus Aset) ini bisa disetujui para fraksi. Toh tujuannya kan untuk menyelamatkan aset daerah,” kata Edwar.

 

 

Baca Juga : Jika Pansus Aset DPRD Kepahiang Terbentuk, Ini Poin Yang Akan Dilakukannya

 

 

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, sempat ada interupsi. Yakni dari anggota Fraksi FKPD Zainal. Ia mengemukakan, semestinya berkas yang diserahkan berisi fokus pembahasan aset yang terbagi menjadi 2 bagian yang sebelumnya pernah dibahas pada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepahiang. Namun kenyataannya yang diserahkan malah berkas pernyataan inisiator dari masing-masing fraksi. Interupsi Zainal itu pun tidak digubris, dan pimpinan sidang justru langsung menutup sidang.

Sementara itu, ditemui usai sidang, kepada RedAksiBengkulu.co.id Ketua Fraksi FKPD Haryanto mengatakan, pimpinan sidang seharusnya menyerahkan hasil keputusan Banmus yang dibahas pada 30 Desember 2016 lalu. Karena dalam bahasan Banmus ketika itu dijelaskan, Pansus Aset akan dibagi menjadi 2 fokus pembahasan. Yaitu Pansus Aset yang menangani aset yang belum diserahkan ke Kabupaten Kepahiang serta Pansus Aset yang mengurusi terkait pendataan aset Kabupaten Kepahiang sejak 2005 hingga 2016 yang diketahui nilainya mencapai kisaran Rp 39 miliar tersebut.

“Semestinya memang yang diserahkan ke masing-masing fraksi itu hasil pembahasan Banmus bukan pengajuan dari 10 inisiator”, kata Haryanto.

Disinggung apakah ada kemungkinan unsur pimpinan tak menyetujui dibentuknya Pansus Aset, Haryanto menjawab ia hanya berfikiran positif atas kondisi yang terjadi. Sebab Pansus Aset ini baru memasuki tahap awal.

“Kita berfikir positif saja, jangan berfikir yang enggak-enggak dulu. Ini kan baru tahap awal” tutup Haryanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here