20 Tahun Jembatan Gantung di Desa Air Hitam Tak Dirawat

0
63

Laporan : Rahmadi

Kades Air Hitam, Arfan Tauzi (kiri) berfoto dengan latar jembatan gantung. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG  Sejak dibangun tahun 1996, jembatan gantung yang menjadi penghubung antara Desa Air Hitam dengan Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, belum pernah diperbaiki.  Sedang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. Yang mana lantai jembatan sepanjang 33 meter itu telah rapuh semua.

Jembatan itu, kata Kepala Desa Air Hitam, Arfan Tauzi, dibangun oleh PT. PLN (Persero) Pembangkit, Pengendali Sektor Bengkulu atau PLTA Unit Musi Ujan Mas. Sejak dibangun, manfaat jembatan gantung itu sangan besar bagi masyarakat Desa Air Hitam khususnya dan desa lain. Diantaranya sebagai akses untuk pengangkutan hasil bumi (pertanian) dan juga sebagai akses alternatif.

“Sudah 20 tahun jembatan itu tidak diperhatikan. Jangankan merenovasi, merawat pun tidak. Kami rasa pembangunan jembatan itu dulunya bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) nya PLN”, ujar Arfan.

Kades melanjutkan, khawatir akan menimbulkan bahaya, pihak desa sudah sepakat akan merehab jembatan gantung tersebut yakni dengan mengganti seluruh papan lantai jembatan yang sudah terlihat rapuh dan banyak yang bolong itu dengan papan yang baru.

“Untuk besi slingnya masih bagus dan kuat. Kami cuma mengganti lantai papannya saja. Dan untuk sumber dananya menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) sekitar Rp 47 juta”, demikian Arfan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here