Gedung PMI Dibangun Terbengkalai, Tapi Disperindag Bengkulu Utara Yang Beri Penjelasan

0
54

Laporan : Firdaus

Inilah bangunan yang terbengkalai yang disebut-sebut milik PMI Bengkulu Utara. Foto diambil beberapa tahun lalu. (Foto : Aji Asmuni/Dok)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Di lahan seluas 5 hektar di Desa Talang Denau Kecamatan Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu atau dekat Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada sebuah bangunan terbengkalai sejak beberapa tahun lalu. Gedung itu tadinya disebut-sebut milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bengkulu Utara. Saat ini, kondisi gedung itu dipenuhi semak belukar.

Anehnya, belakangan mencuat bahwa lahan itu adalah milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bengkulu Utara. Status lahan tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKAD) Bengkulu Utara, Kisro Zanito. Ia mengungkapkan, bahwa lahan itu milik Disperindag Bengkulu Utara. Sebab lahan tersebut masuk dalam zona cluster industri dan otomatis menjadi tanggungjawab Disperindag.

“Saya juga tidak tahu lahan itu sebenarnya milik siapa? Yang saya tahu, lahan itu milik Disperindag,” ujar Kisro.

Tapi, ketika dikonfirmasi terkait hal ini kepada Disperindag Bengkulu Utara, Siti Qori’ah Rosydiana selaku kepala dinas ini tidak mengakui jika lahan itu bukan aset milik Disperindag Bengkulu Utara. Siti menegaskan, lahan itu lahan pecahan yang sebelumnya memang diperuntukkan untuk Disperindag. Hanya saja, sampai kini pihaknya tidak pernah menerima berkas atau dokumen atas aset lahan itu.

“Lahan itu dulu katanya memang diperuntukkan cluster industri. Tapi kami pun tidak mengetahui lahan itu milik siapa? Kami juga sampai kini tidak pernah memegang sertifikatnya. Bahkan kini lahan itu sudah ada bangunan yang katanya milik PMI,” papar Siti.

Siti kembali menjelaskan, lahan yang menjadi aset Disperindag adalah lahan yang letaknya bukan di lahan yang ada bangunan terbengkalai itu, tapi lahan yang berada di belakangnya.

“Setahu saya, lahan untuk cluster industri hanya 15 hektar dari luasan 20 hektar. Itu pun posisi tanahnya miring . Nah, lahan 5 hektar yang ada bangunannya itu, kami tidak tahu milik siapa”, sambungnya.

Jika ditelusuri secara singkat sejarah lahan itu, lanjut Siti, lahan itu dulunya lahan pengadaan dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Ketika itu, Bagian Umum Setdakab Bengkulu Utara memiliki anggaran untuk pengadaan lahan seluas 5 hektar. Dan sejauh ini juga, tambah Siti, sertifikat lahan 15 Hektar itu juga belum diketahui keberadaannya. Karena kabarnya, sampai saat ini dokumennya masih dalam proses BPN sejak 2007 lalu.

“Lahan Disperindag seluas 15 hektar itu dibeli tahun 2007 dan sampai kini belum ada sertifikatnya. Sementara, lahan 5 hektar tersebut ada sertifikatnya tapi saya tidak tahu di mana dan sama siapa”, timpal Siti lagi.

Bahkan Siti mengungkapkan, bahwa pihak yang membangun gedung yang katanya milik PMI itu adalah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bengkulu Utara. Dan Disperindag pun tidak pernah mengurus dokumen apapun atas lahan itu.

“Setahu kami, tidak ada pihak Dinas Pekerjaan Umum pamit atau mengurus dokumen hibah atau pelepasan hak atas lahan yang dibangun gedung itu”, demikian Siti.

Sementara menurut keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu Utara Maswandi, bangunan di lahan itu bukanlah kesalahan dari pihaknya. Dinas PU ketika itu hanya melakukan rehab gedung bukan membangun mulai dari titik nol.

“Kami itu cuma merehabnya. Kami tidak tahu status lahan itu. Dan sejauh ini, untuk bangunan gedung itu sudah dihibahkan ke PMI Bengkulu Utara”, demikian Maswandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here