Rapuhnya Ketahanan Keluarga Berkontribusi Pada Rusaknya Generasi Muda  

0
52
ilustrasi foto : net

Laporan : Tata Riri

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Buruknya kondisi ketahanan keluarga Indonesia saat ini merupakan suatu ancaman serius bagi masa depan bangsa. Hal ini pun menyebabkan meningkatnya angka perceraian, kasus penelantaran anak serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Rapuhnya ketahanan keluarga tidak hanya diakibatkan oleh individu itu sendiri, melainkan semua fungsi dalam keluarga harus bersinergi. Butuh perhatian serius untuk mengembalikan fungsi keluarga yang sebenarnya hingga melahirkan generasi unggul”, ujar Ketua Muslimah HTI Bengkulu, Indah Kartika Sari pada Seminar Muslimah HTI di Aula Samudra Dwinka Hotel, Minggu (18/12/2016) pagi.

Fungsi keluarga, sambungnya, harus didukung masyarakat, sistem yang melingkupinya serta peran negara. Peran negara dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang serasi dan ideal sangat penting. Karena negara merupakan pilar utama (soko guru) dalam menopang ketahanan keluarga.

Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dirasa oleh Muslimah HTI Bengkulu tidak mampu mewujudkan ketahanan keluarga tanpa menyelesaikan penyebab kerusakan yang terjadi akibat rapuhnya ketahanan keluarga. Seperti, penerapan sekulerisme dan liberalisme yang terbukti mengakibatkan krisis ekonomi, krisis moralitas serta krisis generasi unggul.

Masih belum tegaknya hukum di Indonesia juga menjadi salah satu faktor terpuruknya ketahanan keluarga. Hukum di Indonesia juga belum mengakibatkan hukum jera pada pelakunya, sehingga kekerasan merajalela. Contohnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Solusi untuk menyelesaikan segala permasalahan adalah menegakkan Hukum Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here