DPKAD Bengkulu Utara Gelar Sosialisasi Simda Versi 2.7.0.9

0
63
Sosialisasi Simda Versi 2.7.0.9 yang diselenggarakan DPKAD Bengkulu Utara

Laporan : Firdaus

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bengkulu Utara menggelar sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (Simda) Versi 2.7.0.9. Sosialisasi ini guna meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dalam membuat laporan pertanggungjawaban anggaran. Selain itu guna meraih prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2017.

Peserta sosialisasi yang bekerjasama dengan BPKP Provinsi Bengkulu hingga 4 hari kedepan atau hingga Kamis (8/12/2016) ini adalah seluruh kepala SKPD dan camat. Acara dihadiri langsung Plt Sekda Bengkulu Utara Haryadi, Kepala DPKAD H Kisro Zanito serta perwakilan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu, Bram Brahmana.

Plt Sekda Bengkulu Utara Haryadi berharap agar seluruh SKPD dan kecamatan dapat memahami dan mengerti sekaligus melaksanakan dengan cermat, aplikasi Simda versi terbaru tersebut. Sehingga ke depannya, sambung Haryadi, Pemda Bengkulu Utara bisa meraih prestasi WTP, sehingga keseriusan dalam membuat laporan pertanggungjawaban serta serapan anggaran menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Peserta sosialisasi terdiri dari Operator Simda, Kasubbag Keuangan dan Bendahara Pengeluaran yang diharapkan dapat serius dan konsentrasi terhadap pengarahan yang diberikan BPKP Bengkulu,” ujar Haryadi.

Sementara itu, pentingnya sosialisasi ini, kata Kisro Zanito sebelumnya, juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Sehingga, komponen-komponen yang terdapat dalam satu set laporan keuangan berbasis aktual yang terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran dan laporan finansial.

Kemudian, lanjut Kisro, laporan anggaran dan finansial terdiri dari laporan realisasi anggaran dan laporan perubahan saldo anggaran lebih. Selanjutnya, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

“Tujuh komponen itu realisasinya belum dilaksanakan secara penuh oleh masing-masing SKPD, sehingga perlu diadakan sosialisasi Simda aktual untuk membantu kinerja SKPD agar akurasi dari tingkat kecamatan, SKPD hingga keuangan pemerintah daerah tepat dan benar,” papar Kisro.

Sementara Kepala BPKP Provinsi Bengkulu Bram Brahmana menjelaskan, aplikasi terbaru tersebut lebih mudah digunakan dan dipahami setiap SKPD karena tujuh komponen laporan bisa diinput dalam aplikasi itu. Disamping itu, kata Bram, aplikasi ini menjamin Pemda meraih WTP asalkan pengisian format aplikasi dijalankan dengan baik.

“Aplikasi ini harus dipahami seluruh pemda dalam melaporkan pertanggungjawaban penyelenggarakan anggaran pemerintah daerah. Karena ini salah satu indikator penilaian WTP,” tutup Bram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here