Usai Ditutup, Ruang Paripurna DPRD Kepahiang Mendadak Gaduh

0
55
Suasana kegaduhan usai paripurna DPRD Kepahiang. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Laporan : Hendra Afriyanto

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Rabu (30/11/2016), DPRD Kepahiang menggelar paripurna dengan agenda Jawaban Eksekutif Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD atas Nota Pengantar Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017. Namun setelah paripurna ditutup oleh Waka I DPRD Kepahiang Andrian Defandra, ada sedikit kegaduhan yang terjadi di ruang paripurna.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, kegaduhan bermula tidak lama setelah paripurna ditutup. Belum diketahui persis pemicunya dari mana dan oleh siapa. Tetiba di ruang paripurna itu gaduh. Disebut-sebut insiden itu bermula dari aksi spontan tepisan tangan legislator ke meja di ruang paripurna hingga mengenai kotak kue kotak hingga kotak kue itu berjatuhan.

Disinyalir, legislator terbawa emosional dengan salah seorang pejabat SKPD. Sedang posisi awak pers waktu itu sedang mewawancarai Bupati Hidayatullah Sjahid untuk mengkonfirmasi terkait interupsi dari para legislator pada saat paripurna.

Seketika orang-orang yang ada di ruangan spontan melihat ke arah sumber suara dan beberapa diantaranya mendekati legislator dan pejabat SKPD tersebut. Ada juga yang keluar ruangan. Beberapa menit kemudian suasana meredam setelah orang-orang yang berada di ruang paripurna mengamankan legislator dan pejabat SKPD itu.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Waka I DPRD Andrian Defandra mengatakan, bahwa kejadian kecil di ruangan paripurna tersebut tidak ada hubungannya dengan agenda paripurna dan tidak ada kaitannya dengan lembaga DPRD Kepahiang.

“Paripurna sudah saya tutup dan itu (insiden) tadi tidak ada sama sekali kaitannya dengan acara paripurna dan DPRD Kepahiang ini,” singkat Aan sapaan akrab Andrian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here