Kades ‘Desa Republik’ Mengaku Bingung Usai Terima Surat Dari Gubernur Bengkulu

0
55
Surat Gubernur Bengkulu H Ridwan Mukti terkait perhatian dan pemeliharaan Patung Lettu Djafri Sidik. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Laporan : Hendra Afriyanto

RedAksiBengkulu.com, KEPAHIANG – Kepala Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Ferry Marzoni mengaku kebingungan setelah menerima surat dari Gubernur Bengkulu H Ridwan Mukti. Surat tersebut kata kades, baru diterimanya di balai desanya, Senin (28/11/2016). Sedang surat tersebut ditulis pada 14 September 2016 lalu.

Isi surat tersebut, sambung Ferry, menginstruksikan desa agar memperhatikan sekaligus merawat Patung Djafri Sidik. Yang mana tokoh dari Patung Djafri Sidik disebut-sebut sebagai pejuang gerilya dan dinilai telah menaruh jejak sejarah di desa basis perjuangan itu.

“Terus terang kami sedikit bingung dengan instruksi gubernur melalui surat yang dikirimkannya ke desa kami itu. Namun selama ini apa yang diinstruksikan dalam surat tersebut sudah kami lakukan. Hanya saja untuk lebih jelasnya kami belum paham”, aku Ferry kepada RedAksiBengkulu.com.

Namun Ferry menyayangkan surat yang bersifat penting itu baru diterimanya Senin kemarin. Padahal surat bernomor 221/ 678/ BKBP tertanggal 14 September 2016 lalu dan ditandatangani Gubernur Bengkulu, H. Ridwan Mukti itu mestinya sudah sampai sejak 2 bulan lalu.

“Mestinya kami terima surat itu 2 bulan lalu tapi kenapa baru kemarin. Memang surat itu ditujukan kepada Bupati Kepahiang dan desa kami tembusannya. Maksud dari kebingungan (desa) kami ini apa yang akan kami lakukan sampai saat ini belum ada kejelasan dari Pemda Kepahiang”, sambungnya.

Ferry berharap ada instruksi lebih lanjut dari Pemda Kepahiang terkait pemeliharaan dan pelestarian Patung Djafri Sidik di desa yang disebut-sebut Desa Republik itu.

“Selama ini upaya pelestarian dari (desa) kami sudah maksimal, walau seadanya. Dan setidaknya setiap HUT Kemerdekaan Repeublik Indonesia (RI) 17 Agustus, kami sudah menjadwalkan secara rutin agar masyarakat upacara di lokasi sekitar patung itu”, demikian Ferry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here