Lantai Jembatan Desa Tanjung Alam Kian Rapuh dan Berlubang, Ini Yang Dilakukan Desa

0
72

Laporan : Hendra Afriyanto

Anggota Komisi III DPRD Kepahiang, Armin Jaya. (Foto : Dokumentasi RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Jembatan utama yang menjadi akses masuk Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, lantai papan jembatan tersebut yang saat ini kondisinya semakin memprihatinkan, butuh diperbaiki segera. Belakangan informasi yang diketahui, bahwa jembatan itu akan dibangun Pemda Kepahiang dengan menggunakan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2017.

Namun sepertinya jika menunggu tindaklanjut dari Pemda Kepahiang tahun depan, dikhawatirkan lantai jembatan yang kian rapuh itu semakin amblas. Pasalnya, saat ini saja, ketika jembatan itu dilintasi kendaraan baik motor maupun mobil, paku papan lantai jembatan itu sudah banyak yang terlepas.

Ini diungkapkan Armin Jaya, warga setempat yang notabene juga selaku anggota Komisi III DPRD Kepahiang. Dikatakan Armin, kian hari kondisi jembatan kian parah dan dikhawatirkan akan menelan korban.

“Mudah-mudahan aman-aman saja dan tidak ada korban. Namun, sembari menunggu jembatan itu dibangun tahun depan, pihak desa berinisiatif akan menggalang dana untuk memperbaiki sementara jembatan. Dana yang terkumpul akan dibelikan material jembatan,” kata Armin kepada RedAksiBengkulu.co.id  Jumat (9/9/2016) sore.

Armin menambahkan, inisiatif penggalangan dana ini tanpa diduga direspons oleh rekan-rekan sejawatnya di lembaga legislatif. Alhasil, ada beberapa anggota DPRD Kepahiang yang bersedia menyumbang secara sukarela.

“Syukur Alhamdulillaah ada respons dari kawan-kawan di DPRD. Dan beberapa dari mereka secara pribadi, siap bantu. Soal nominal kita belum tahu. Yang penting seikhlasnya,” demikian Armin.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra saat dikonfirmasi melalui pesan pribadi akun facebook resminya membenarkan telah mengetahui informasi tersebut. Secara pribadi ia menyatakan bersedia membantu, mengingat jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya masuk ke Desa Tanjung Alam. Ditambah lagi, banyak warga yang berkebun di desa itu.

“Saya sudah tahu informasinya. Mengenai sumbangan, karena ini sifatnya mendesak, Insya Allaah saya bersedia bantu. Karena saya tahu kondisi jembatan itu sepengatahuan saya memang sudah rusak parah. Bahaya memang kalau petani yang lewat bawa hasil panennya bisa terperosok, kan ribet,” kata Aan.

Sementara itu, Desa Tanjung Alam termasuk Daerah Pemilihan (Dapil) I yang notabene memiliki anggota DPRD Kepahiang sebanyak 8 orang. Jika 8 anggota DPRD itu menyumbang, setidaknya akan sedikit meringankan beban kekhawatiran warga desa setempat.

Disinggung terkait posisi Andrian bukan merupakan anggota DPRD Kepahiang dari Dapil I, namun menurutnya, persoalan membantu sesama itu tidak mengenal status apapun.

“Berbuat tidak mesti ada muatan politis. Bukan jumlah sumbangan yang jadi tolak ukur namun keikhlasan yang jadi pokok utama” ujar Aan yang dari Dapil III.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here