Inilah 2 Dari 3 Warisan Budaya Tak Benda Adat Rejang Yang Diverifikasi Tim Ahli Kemendikbud RI

0
56
Tim Ahli dari Kemendikbud RI, Basuki Teguh Yuwono saat memverifikasi di kediaman R. Sumantri, Dewan Penasehat BMA Kepahiang di Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Senin (25/7/2016).

Laporan : Hendra Afriyanto

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Upaya Provinsi Bengkulu untuk menyelamatkan Warisan Budaya berbuah manis. Tiga Warisan Budaya Provinsi Bengkulu yaitu Cerita Rakyat Lalan Belek, Tradisi Tepung Setawar dan Musik Dol akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Ini disampaikan Tim Ahli dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Basuki Teguh Yuwono kepada RedAksiBengkulu.co.id saat memverifikasi di kediaman R. Sumantri yang juga sebagai Dewan Penasehat Badan Musyawarah Adat (BMA) Kepahiang di Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Senin (25/7/2016).

Namun Teguh menjelaskan, proses penetapan ini memerlukan kelengkapan dan pengkajian data yang lebih mendalam. Sebab, salah satu tujuan pemerintah dalam menetapkan Warisan Budaya Tak Benda berdasarkan dua hal. Yaitu, pelestarian dan pengembangan pelestarian akar budaya dalam koridor makna nilai yang tidak hilang. Sedangkan makna pengembangannya adalah kemampuan akar budaya yang mampu beradaptasi dengan zaman.

Selain itu juga, sambungnya, mekanisme ini juga akan melalui beberapa tahap, salah satunya melalui sidang. Maka 3 cagar budaya itu akan menggelar perayaan penyerahan sertifikat kepada provinsi terkait dan seterusnya provinsi akan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk mempertahankan keberlangsungan adat istiadat tersebut.

Sementara itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi, Budaya dan Pariwisata (Dishubkominfobudpar) Kepahiang, Netty Elyani mengungkapkan, lagu Lalan Belek dan Tepung Setawar ini merupakan penyelamatan budaya yang dimiliki adat Rejang agar tidak hilang dan kepemilikan adat tersebut tidak diklaim oleh adat lain. Sehingga mendapat pengakuan yang sah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Untuk menyelamatkan kebudayaan Rejang ini telah lama diajukan. Dan Alhamdulillaah sudah direspon sekarang. Dengan adanya legalitas dari kementerian, maka kebudayaan kita (Rejang) tidak diambil oleh kebudayan lainnya dan kebudayaan kita dapat dilestarikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here